catatan dokter hartadi
Powered by MaxBlogPress  

CATATAN DOKTER HARTADI

belajar……………………………..belajar…………………………..belajar
Ads

kontroversi puyer

 

saat ini sedang hangatnya perdebatan pro kontra puyer, puyer salah satu sediaan obat yang berupa racikan/gerusan beberapa obat dijadikan bentuk bubuk dan biasa diberikan kepada bayi atau anak anak.Puyer ini dipakai kalau sediaan sirup tidak ada, untuk praktis misalnya membutuhkan 3 atau 4 macam obat dengan puyer bisa dijadikan satu, atau pertimbangan ekonomi untuk menekan harga obat.Kalau pasien diberikan 3 atau 4 macam sirup kadang terlalu mahal bisa diberikan alternatif satu sirup dan satunya  puyer pertimbangan lain karena sediaan sirup memakai pedoman umur dan dokter memakai pedoman berat badan sehingga untuk menyesuaikan dosisnya lebih mudah dengan memakai tablet .kadang didaerah yang agak terpencil bahkan didaerah terpencil sediaan obat sirup  belum tentu ada jadi alternatifnya dokter memberikan resep puyer, saya pernah menemui anak yang  tidak bisa minum sirup tetapi minum puyer bisa,  meskipun tidak umum tetap kondisi seperti ini puyer dipakai. Pemberian puyer memang memiliki resiko lebih dibandingkan dengan sirup, misalnya kekurang pahaman dokter akan interaksi beberapa obat kalau dijadikan satu, kebersihan tempat gerusan, ketepatan mengatur dosisnya dan jumlah puyer juga harus dipertimbangkan, misal untuk pemakaian 1 bulan apakah harus diberikan 15 hari dulu atau 10 hari sehingga puyer tidak rusak.Sebenarnya bukan puyernya yang perlu dilarang tetapi mengatur bagaimana puyer itu dibuat dengan standar mutu yang baik sehingga  tujuan pengobatan tercapai efek sampingnya minimal.Dokter perlu mengetahui detail obat yang diresepkan termasuk interaksinya dan berapa jumlah puyer yang harus diberikan, dari apotik sebaiknya resep selalu diterima oleh asisten apoteker atau apoteker dan apoteker membantu melihat kalau ada resep yang meragukan tidak segan segan apoteker menghubungi dokter bisa lewat HP atau telepon menanyakan resepnya, masih banyak dokter yang cukup bijak menerima masukan sehingga dokternya akan mengerti dan mempertimbangkan resepnya. Dari pihak farmasi juga sebaiknya mencantumkan di brosur obat yang diberikan kepada dokter apakah obat nya boleh untuk dijadikan puyer atau tidak karena ada obat yang memang tidak boleh untuk digerus sehingga dokter akan mengetahuinya.dan yang tidak kalah penting pasien jangan takut untuk menanyakan ke dokternya apakah memang harus memakai puyer apa tidak ada sediaan sirupnya, kalau perlu ditanyakan saja “dok puyernya aman kan dok ?” dengan pertanyaan ini dokternya seolah olah akan merasa diingatkan untuk hati hati membuat resep puyer.Jadi menurut saya puyer layak untuk dipakai dengan pertimbangan tertentu, dan mestinya puyer itu masih aman kalau dibuat dengan benar .

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlogMemes Jp
  • Blogosphere News
  • Blogsvine
  • blogtercimlap
  • Blue Dot
  • De.lirio.us
  • E-mail this story to a friend!
  • feedmelinks
  • Global Grind
  • Haohao
  • LinkArena
  • MisterWong
  • NuJIJ
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb

Post Metadata

Date
February 17th, 2009

Author
hartadi

Category


Leave a Reply